SINGO BARONG

SINGO BARONG

Singo Barong atau Pembarong adalah penari yang memiliki peranan paling penting dalam tari Reog Ponorogo. Pembarong adalah penari yang nantinya akan membawa Dadak Merak (topeng kepala singa dengan hiasan burung merah dan bulunya di atas kepala singa) yang tingginya satu setengah meter. Pembarong mengenakan celana panjang hitam dan baju kimplong (baju yang hanya punya satu cantelan bahu) dan harus menggigit kayu di bagian dalam kepala singa untuk mengangkat Dadak Merak. Seorang pembarong haruslah orang yang sangat kuat, karena dia harus bisa menundukkan Dadak Merak hingga menyentuh lantai dan mengangkatnya lagi ke posisi tegak. Dadak Merak disimbolkan sebagai Singobarong, dan secara umum Dadak Merak inilah yang membuat tari Reog Ponorogo menjadi sangat unik, karena bentuk topengnya yang sangat besar dan khas serta adanya filosofi di dalamnya. Karena itu, pembarong benar-benar harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang tinggi agar bisa menghidupkan Singobarong yang dimainkannya.

WAROK

WAROK

Warok adalah pasukan Kelono Sewandono yang digambarkan sebagai orang yang sakti mandraguna dan kebal terhadap senjata tajam. Penari warok adalah pria dan umumnya berbadan besar. Warok mengenakan baju hitam-hitam (celana gombrong hitam dan baju hitam yang tidak dikancingkan) yang disebut Penadhon. Penadhon ini sekarang juga digunakan sebagai pakaian budaya resmi Kabupaten Ponorogo. Warok dibagi menjadi dua, yaitu warok tua dan warok muda. Perbedaan mereka terletak pada kostum yang dikenakan, dimana warok tua mengenakan kemeja putih sebelum penadhon dan membawa tongkat, sedangkan warok muda tidak mengenakan apa-apa selain penadhon dan tidak membawa tongkat. Senjata pamungkas para warok adalah tali kolor warna putih yang tebal.

REOG-1

REOG PONOROGO

Cerita Reog yang terkandung di dalam kesenian  Reog Ponorogo mengambil kisah Panji. Ceritanya berkisar tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Bujangganong. Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru. Maka terciptalah reog ponorogo. Gerakan-gerakan dalam tari reog ponorogo menggambarkan tingkah polah manusia dalam perjalanan hidup mulai lahir, hidup, hingga mati. Filosofinya sangat dalam. Komponen Penari dalam Reog Ada 5 komponen penari dalam tari Reog Ponorogo, yaitu: 1. Prabu Kelono Sewandono 2. Patih Bujangganong 3. Jathil 4. Warok 5. Pembarong

1. Prabu Kelono Sewandono Prabu Kelono Sewandono ini adalah tokoh utama dalam tari Reog Ponorogo. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang gagah berani dan bijaksana, digambarkan sebagai manusia dengan sayap dan topeng merah. Beliau memiliki senjata pamungkas yang disebut Pecut Samandiman.

2. Patih Bujangganong Patih bujangganong adalah patih dari Prabu Kelono Sewandono, merupakan tokoh protagonis dalam tarian ini. Dia digambarkan sebagai patih yang bertubuh kecil dan pendek, namun cerdik dan lincah. Patih Bujangganong disebut juga ”penthulan”. Penarinya tidak memakai baju, hanya rompi berwarna merah dan topeng berwarna merah juga.

3. Jathil Jathil atau Jathilan adalah sepasukan prajurit wanita berkuda. Dalam tari Reog Ponorogo, penari Jathil adalah wanita. Mereka digambarkan sebagai prajurit wanita yang cantik dan berani. Kostum yang dikenakan penari Jathil adalah kemeja satin putih sebagai atasan dan jarit batik sebagai bawahan. Mereka mengenakan ”udheng” sebagai penutup kepala dan mengendarai kuda kepang (kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu)

GUNUNGAN

GUNUNGAN

 

Gunungan adalah wayang yang berbentuk seperti gunung. Di bagian depan gunungan ada gambar pintu gerbang. Di kedua sisi pintu gerbang ada gambar dua raksasa. Pada gunungan itu juga terdapat gambar pohon. Di pohon itu ada ular besar. Gambar harimau dan banteng juga ada dalam gunungan itu. Gunungan mendeskripsikan dunia dan isinya. Fungsi gunungan untuk tanda cerita akan mulai atau selesai. Fungsi lain dari gunungan adalah untuk tanda bergantinya cerita.


HANOMAN

HANOMAN

Hanoman atau Hanumat atau dalam pewayangan Indonesia dikenal Anoman. Ia adalah salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana. Hanoman adalah seekor kera putih putera dari Anjani. Hanoman juga dipanggil Anjaneya (diucapkan “Aanjanèya”), yang secara harafiah berarti “lahir dari Anjani” atau “putera Anjani”. Pamannya adalah Subali dan Sugriwa.
Hanoman lahir pada masa Tretayuga dari seekor wanara putih bernama Anjani. Sebenarnya dulunya Anjani adalah seorang bidadari bernama Punjikastala, namun karena suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai wanara wanita. Dan kutukan itu akan berakhir apabila ia melahirkan seorang putera penitisan Siwa. Anjani lalu menikah dengan Kesari, seekor wanara perkasa. Anjani dan Kesari kemudian melakukan tapa ke hadapan Siwa agar Siwa bersedia menjelma sebagai putera mereka. Siwa pun akhirnya mengabulkan permohonan mereka dan turun ke dunia sebagai Hanoman.

SEMAR

SEMAR

SEMAR adalah salah satu punakawan dalam pewayangan. Semar bersama-sama dengan anak-anak nya selalu mengasuh, menuntun, melayani, menasehati dan menghibur para ksatria. Semar berwatak sabar, penuh kasih sayang, rendah hati dan lemah lembut. Akan tetapi bilamana datang amarahnya, tak seorangpun yang bisa mengalahkannya. Dewa-dewa pun takut dan hormat padanya, bila bergaul dengan dewa bersikap sejajar. Semar biasa dilambangkan sebagai orang yang suka mengetahui jiwa manusia yang sebenar-benarnya atau sedalam-dalamnya. Sebenarnya Semar adalah Dewa Batara Ismaya yg ditugaskan hidup di Arcapada. Ketika masih di kahyangan berparas cakep rupawan. Sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran dan keadilan selalu dilawannya, ucapan dan tingkah laku Semar banyak berisi nasihat-masihat dan pendidikan. Semar terkenal jujur, mendahulukan kepentingan orang lain, bersifat kebapakan, oleh karena itu Semar sangat dihormati masyarakat Indonesia. Dalam kitab Mahabrata versi India, tokoh Semar ini sama sekali tidak ada, jadi merupakan tokoh wayang asli ciptaan orang Indonesia.

GATOTKACA

GATOTKACA

Gatotkaca adalah raja kerajaan Pringgandani.Anak Bima.Sangat kuat-berurat kawat,bertulang besi,dapat terbang dengan kecepatan bak halilintar-ketika masih bayi pernah diceburkan kekawah Candradimuka yg menjadikannya kuat dan sakti.Beristri Pergiwa;anak Arjuna.Ia tewas oleh senjata Kuntawijaya milik Karna pada usia yg sangat muda dalam perang saudara besar Baratayuda antara Pandawa dan Kurawa.

BIMA

BIMA

Bima merupakan salah satu dari Pandawa lima, yaitu putra ke-2 dari Pandu dengan Dewi Kunti. Bratasena atau nama lain dari Bima dilahirkan terbungkus yang dapat dipecah oleh Gajah Situ Sena yg kemudian bungkusnya masuk ke tubuh Bima sehingga Bima luar  biasa kekuatannya. Bima bertubuh besar dan tinggi(bilawa). Mempunyai kuku jempol Pancanaka yg terkenal dan juga senjata gada Rujakpolo yg mematikan. Bima terkenal dgn keberanian dan keras hati tetapi mempunyai perasaan yg sangat lembut. Tabah dan jujur.Bima tidak pernah berbahasa halus, ia selalu berdiri tegak tidak pernah berjongkok dan menyembah kepada siapapun. Bima setia dengan satu sikap;tidak pernah bersikap mendua dan tidak suka berbasa basi.Dalam cerita Dewa Ruci yg terkenal itu Bima telah mendapat ilmu kesempurnaan hidup sejati dari Dewa Ruci. Salah satu putranya yg tersohor adalah Gatotkaca dari ibu Arimbi.

Selamat Datang

Di sini anda dapat memperoleh kaos dengan gambar-gambar yang unik, berkarakteristik khas Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain.
Kaos ini dibuat dengan menggunakan teknik sablon manual sehingga menghasilkan gambar yang detail tajam (seperti lukisan). Perpaduan antara Metode Titik-Garis dalam teknik melukis dengan Teknik Pecah Warna dalam sistem sablon kain, suatu kreasi yang hanya dapat dikerjakan oleh tangan-tangan terampil yang berpengalaman…dengan demikian maka cukup mustahil untuk memalsukan produk kami ini.
sablon menggunakan cat ruber/karet. Sehingga tidak luntur, tahan panas (strika tidak lengket) di jamin gambar bertahan 2-3 tahun dengan perawatan yang baik
Baca lebih lanjut